masalah dengan keluarga angkat mereka? Terlebih lagi setelah lama
kenalan dan bicara via Skype, mereka merasa sudah kenal satu sama lain
dengan lebih baik. Namun ekspektasi sebelum berangkat tak jarang selalu
berbeda dengan realita. Mendengar cerita dari teman-teman au pair yang
lain, banyak dari mereka mendapati kenyataan yang berbeda dengan kontrak
tertulis yang sudah dibuat bersama.
Bukan hanya seorang au pair, banyak
keluarga angkat yang merasa surprise juga mendapati au pair yang ternyata berbeda dari yang mereka kenal selama ini. Bisa jadi seleksi host family – au pair ini sebuah perjudian.
sangat menghargai apa yang sudah mereka sepakati bersama. Regulasi au
pair hanya boleh bekerja selama 4 jam, ya mereka tetap membatasi
pekerjaan au pair segitu. Atau saat au pair kerja ekstra, mereka sanggup
bayar lebih.
Tapi ketemu keluarga yang begini susah sekali. Walaupun host family sudah pernah meng-hire au
pair sebelumnya, kadang masih juga belum bisa menghargai apa yang
tertulis di kontrak. Ujung-ujungnya au pair jadi kecewa dan mulai
berpikir untuk mengakhiri kontrak dengan keluarga tersebut. Bagaimana
kalau sudah begini?
Saat kita merasa sudah tidak nyaman dengan kondisi di rumah, cobalah untuk tetap bersikap tenang dan be positive.
Sebelum memutuskan untuk mulai mencari keluarga baru, kita tetap harus
berpikir apa yang membuat kita tidak nyaman disana.
Seorang teman saya,
merasa harus kerja rodi nyaris setiap hari. Namun perlakuan host family-nya yang sangat baik dan care,
membuat dia berpikir ulang untuk pindah keluarga baru. Walaupun mesti
kerja rodi, pada dasarnya dia sendiri tidak pernah disuruh-suruh
melakukan sesuatu. Pekerjaan itu dia lakukan karena memang merasa tidak
enakan dengan keluarganya yang baik itu. Coba pertimbangkan lagi apa
yang membuat kita masih harus bertahan, atau hal tak termaafkan apa saja
yang membuat kita memang harus keluar.
Posisi agensi disini adalah sebagai penengah antara kita dan host family.
Sejauh ini, saya memang sering menghubungi agensi untuk mediasi atau
sekedar bertanya hal-hal yang membuat saya kalut. Agensi juga tidak
selamanya memihak ke host family kok, mereka juga kadang
memberikan saran yang meringankan au pair.
Bagi yang bekerja tanpa
bantuan agensi, coba hubungi teman-teman au pair lainnya untuk minta
saran. Karena biasanya pengalaman dan saran mereka bisa dipertimbangkan untuk langkah kita selanjutnya.
Hal ini sebenarnya
tidak mudah, karena saya pun termasuk orang yang sangat sulit
mengutarakan apa yang saya rasakan ke orang lain. Namun karena
benar-benar harus jujur, saya berani bicara ke host mom tentang
kekecewaan saya. Walaupun sempat berdebat dan akhirnya malah saya yang
banyak diam, namun setidaknya host mom mengerti apa yang membuat
saya
kecewa.
Memang tidak 100% saya jelaskan semuanya ke dia, karena jujur
saja, saya juga takut bicara dengan orang yang gampang emosian dan mau
menang sendiri. Agar omongan lebih terarah, coba tulis dulu hal-hal apa
saja yang membuat kita merasa tidak nyaman lagi bersama mereka. Dengan
begini, kita bisa lebih jelas mengutarakan maksud kita ke host family.
butuh au pair.
Sembari menunggu berita agensi, ada baiknya juga kita
mencari sendiri lewat internet. Harus diperhatikan juga waktu kita
mencari host family baru hanyalah 2 minggu setelah putus kontrak dengan family lama.
Kalau family-nya sudah benar-benar kecewa, bisa jadi belum 2 minggu, kita sudah diusir dari rumah mereka. Atau ada juga host family yang bersedia memberikan kita waktu beberapa bulan mencari family baru, karena sebenarnya mereka juga masih butuh bantuan. Jika sampai waktu yang diberikan kita juga belum dapat family
baru, mau tidak mau kita harus pulang ke Indonesia. Namun kita harus
tetap tenang, karena agensi biasanya akan memberikan opsi lain yang
membuat kita masih bisa bertahan tanpa harus pulang lebih awal.
Bekerjalah lebih baik selama pencarian
Walaupun kita merasa sudah
malas-malasan dan tidak nyaman tinggal, tapi kita harus tetap bekerja
dengan lebih baik di rumah host family yang sekarang. Anggap saja itu upah karena mereka masih memberikan kita kesempatan tinggal selama mencari keluarga baru.
Sekecewa-kecewanya saya, sesakit-sakit hatinya saya, tapi saya merasa tetap harus berterimakasih dengan host family
yang dulu. Walau bagaimanapun, mereka yang sudah membawa saya ke Eropa.
Mereka juga sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit mengundang
seorang gadis asing untuk mengurus anaknya.
Tapi memang pada dasarnya host family
saya ini baik, makanya juga saya tidak mau ada “perang” lagi ketika
pindah dari rumah mereka. Saya tetap ingin menjaga komunikasi dan
meninggalkan kesan baik dengan semua keluarga disana. Namun ada juga
teman saya yang merasa host family-nya tidak perlu dikasih hati lagi karena sudah sangat keterlaluan. Kalau kasus yang begini, memang sebaiknya tinggalkan saja!
lagi, tidak pernah ada yang tahu apa yang akan terjadi. Saya pun
menilai, pekerjaan-pekerjaan tak terduga di luar kontrak kerja bisa diberikan karena host family sendiri tidak ingin rugi. Namun kalaupun memang terjadi masalah, be brave!
Kita jangan takut kalau memang benar. Jangan sampai waktu setahun di Eropa jadi kelam dan kelabu hanya karena masalah ganti family ini. Kalau memang jalan satu-satunya harus ganti family dan memulai hidup baru, face it!
7 komentar
Hi salam kenal yaa..senenk bgt bs nmu artikel ini. Sy mo rencana jdi babysit di Aussie.Cma bingung usia sy udh lbh dri 31thn yg notabene bkn trmsk aupair lgi.Kbetulan sdh ada twaran nmu HF. Langkah pertama apa yg musti sy lakuin bwat Visa lsg ke VfS atau ke Imigrasi utk surat rekomend sprti yg disebutkan mba? Mhon saran nya yg terbaik 馃槈
Hai Nana,
Untuk kerja di OZ, kamu perlu urus WHV (Working Holiday Visa). Syaratnya lumayan ribet & mesti ada uang 5000AUD di tabungan. Masalahnya, untuk dapat visa ini, kamu mesti maksimum usia 30 tahun. Kabar terakhir, pemerintah OZ sedang mengupayakan visa ini buat rentang usia 30-35 tahun. Tapi sebelom rencana itu disetujui, untuk sementara ini hanya maksimum usia 30 tahun aja 馃檪
Semoga membantu ya.
Ya betul mba,,urus Visa nya itu ribet dan byk biaya.Trimakasih bgt atas sarannya.
Hallo mbak, boleh minta email nya tidak?
Halo mba bleh minta e-mailnya gk?
Hii mbak, boleh minta emailnya? kebetulan Saya nemu dan baca blog mba, trus Saya jadi ingin sharing.
[…] ini, au pair pun masuk ke dalam skema tenaga kerja yang dilindungi oleh negara. Artinya, kalau ada masalah besar yang menimpa mu dan host family, kamu bisa melaporkan keluarga tersebut ke polisi atau badan ketenagakerjaan lokal. Status host […]