Dengan akomodasi, makan, dan biaya telepon ditanggung, tentunya tawaran ini tidak saya tolak dong. Makanya saya langsung cari-cari informasi mengenai visa ini di internet. Namun sayangnya, karena persyaratan visa yang agak rewel, saya batalkan tawaran dengan mereka.
Kita juga boleh mengajukan aplikasi visa ini tanpa harus dapat tawaran pekerjaan dulu saat di Indonesia. Ada banyak lowongan pekerjaan yang bisa kita dapatkan saat tiba di Australia. Namun sebaiknya kita sudah mempunyai tawaran pekerjaan sebelum tiba di Australia karena untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan tentunya gampang-gampang susah.
Saya sudah mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai pengasuh bayi dengan akomodasi dan makan ditanggung keluarga sebelum masuk ke Australia. Namun karena menurut saya persyaratan untuk mengajukan aplikasi visa ini tergolong ribet, makanya saya batalkan menerima pekerjaan itu. Apalagi saya tinggal di Palembang yang notabene harus bolak-balik Jakarta untuk mengurus visa, tentunya banyak biaya yang harus dikeluarkan.
Diploma III, atau Surat Keterangan sebagai mahasiswa aktif setidaknya 2
tahun, dilengkapi Kartu Mahasiwa (KTM) dari perguruan tinggi
bersangkutan.
Visa ini tidak berlaku untuk kamu yang cuma tamatan SMA. Jadi setidaknya, harus menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi selama 2 tahun (4 semester) dulu.
IELTS yang digunakan adalah General Training bukan Academic. Bedanya apa? Kalau GT dikhususkan untuk keperluan imigrasi, sementara Academic untuk keperluan belajar/sekolah. Sertifikat yang digunakan adalah sertifikat internasional dengan masa berlaku 2 tahun.
Saya sarankan untuk ‘mempercantik’ buku tabungan kamu 3 bulan sebelum mengajukan aplikasi. Surat keterangan yang digunakan biasanya adalah surat dari bank yang mengindikasikan nominal tabungan sejak 3 bulan terakhir. Jadi 3 bulan itu usahakan dana yang tersimpan harus setara dengan 50juta rupiah, harus seimbang, dan stabil.
Sayangnya dana tersebut tidak boleh dari pihak sponsor. Kita benar-benar harus meyakinkan pihak kedutaan Australia kalau kita bisa hidup setidaknya 3 bulan pertama di Australia dengan dana tabungan tersebut atas nama pribadi. Pemerintah Australia agak strict terhadap para migran yang akan datang ke negaranya. Mereka tidak mau menanggung gelandangan yang cuma datang ke negaranya tanpa modal apapun. Makanya modal bahasa Inggris dan dana yang cukup bisa menjadi jaminan kita saat disana.
Banyak juga yang mengakali dengan cara mengendapkan uang orang tua, teman, atau keluarga dulu hanya untuk mengajukan aplikasi. Tapi cara ini bisa dilakukan kalau kamu yakin sudah/langsung mendapatkan pekerjaan saat tiba di Australia. Kalau belum jelas mau kerja apa, saya sarankan memang tiap orang harus mampu menjamin hidupnya dengan AUD$5000 itu.
Setelah semua berkas lengkap, kamu tinggal registrasi online di website /www.imigrasi.go.id lalu akan ada pengumuman kapan kamu harus datang ke Gedung Rektorat Imigrasi untuk menyerahkan berkas asli dan fotokopi. Menurut informasi yang saya didapat, antara penyerahan berkas lalu proses wawancara dan verifikasi data itu terpisah memakan waktu 5-14 hari kerja. Jadi kita mesti datang ke tempat ini dua kali. Setelah itu kita bisa menunggu pengumumannya di rumah.
Kalau berkas-berkas kita lengkap, tidak ada alasan imigrasi untuk tidak memberikan kita surat rekomendasi. Surat ini nantinya akan dikirimkan melalui email dan dilampirkan saat pengajuan aplikasi visa. Surat ini hanya berlaku satu bulan saat dikeluarkan. Informasi terbaru, per tanggal 1 Juli 2013, pemerintah Australia meningkatkan jumlah kuota penerima visa sebanyak 1000 dari kuota lama yang cuma 100 orang per tahun. Kalau dulu surat rekomendasi ini cuma bisa diajukan tiap tanggal 1 Juli, sekarang kapanpun bisa mengajukan aplikasi visa.
ada, halaman visa dan
bulan dan pasport lama (jika ada)
anda-biasanya paling tidak AUD $5000 untuk memberikan dukungan awal dari
liburan. (Bukti yang dapat kamu lampirkan adalah rekening
koran 3 bulan terakhir yang sudah di legalisir.)
menyelesaikan paling tidak 2 tahun dari pendidikan universitas (bisa dibuktikan dengan fotokopi ijazah/surat keterangan dari kampus).
tes Bahasa Inggris dan setidaknya harus mendapatkan nilai
”fungsionil” (bisa dibuktikan dengan fotokopi sertifikat internasional).
akan mengirimkan hasilnya langsung ke bagian kedutaan. Daftar radiologis yang ditunjuk pihak kedutaan Australia bisa dilihat disini.
(Sebelum mengajukan aplikasi visa, sebaiknya kita mendatangi salah satu rumah sakit yang ditunjuk untuk tes rontgen. Biasanya tes-nya hanya rontgen dada yang biayanya bervariari dari 350-750ribu. Nanti pihak rumah sakit akan mengirimkan hasilnya langsung ke kedutaan dan kita hanya perlu melampirkan (mungkin sejenis) kuitansi pembayaran tes saja.)
4 komentar
Hy Nin! Mau sedikit diskas boleh yaaa.
Kalau seandainya, ketika calon host family kita menawarkan kita untuk jadi Au pair nya tapi dia butuh kita secepatnya dan dia menawarkan kita untuk apply tourist visa saja yang hanya berlaku (3bulan), menurut kamu bagaimana ? karna memang menurut aku pribadi kalau seandainya kita memang berniat untuk menjadi Au Pair Aussie kita benar2 harus menyiapkan syarat visa jauuuhhh sebelum kita mencari host family, dan yaAllah 5000AUD nabung setahun juga kaga kelar 😀 😀 *ngakak manja sambil nelen gayung*
Halo Sticky! ;p
Kamu gokil deh ya. Makasih juga udah ninggalin komen di postingan aku yang lama dan ternyata messy banget ini 😉
Balik ke pertanyaan kamu, menurut aku, visa turis 3 bulan itu GAK GAMPANG. Kamu harus mampu membuktikan ke pihak imigrasi kalo bener2 kesana hanya untuk travelling, bukan untuk kerja. Tentu saja, di tabungan kamu mesti ada cukup uang untuk membuktikan kalo kamu bakal survive selama 3 bulan di Australia. Belum lagi lampiran itinerary dan banyak tiket yang harus menunjukkan kalo kamu bener2 pure sightseeing dan pindah dari satu kota ke kota within Australia.
Gimana?
[…] Australia (lewat Working Holiday Visa) […]
[…] tes kesehatan, dan perlu juga menyiapkan dana tabungan sebagai bukti finansial. Cek cerita saya disini! (-) Minim kultur dan tidak punya kesempatan belajar bahasa baru. 2. Austria Negara yang […]