
Bagi yang tertarik menyewa, jangan lupa cek jam buka serta ketersediaan stok ukuran di lokasi tersebut. Ada baiknya menelpon terlebih dahulu untuk mengecek apakah di satu BUA punya ukuran yang kita inginkan, sebelum mengecek ke BUA lainnya. Karena disewakan secara gratis, mereka tidak menerima reservasi dan sangat disarankan kita datang sendiri mencoba alat; terutama sepatu.


Sayangnya pas datang ke sana, sistem di situs dan aslinya tak sama. Sepatu ukuran saya tak ada, namun beruntung karena saya bisa up 1 dan stok sepatunya masih ada. Bagi yang tak mengerti memilih jenis papan dan tongkat ski, pegawai yang ada di BUA ini dengan sangat siap membantu. Mereka juga akan membantu dimana kita bisa mendapatkan ukuran yang tepat di BUA terdekat lainnya.
Oke, lalu apa bedanya cross country dan downhill (alpin) skiing. Untuk cross country, biasanya dilakukan di daerah yang lebih flat semisal daerah perhutanan. Sementara untuk downhill, lebih banyak dihabiskan di daerah berlandai seperti pegunungan yang tinggi. Untuk mengjangkau tempat ini, kita mesti datang ke arena ski di daerah pegunungan yang punya tiket masuk kalau ingin naik lift sampai ke daerah yang lebih tinggi. Tapi bagi Mumu, downhill sebetulnya lebih fun dan mudah untuk dipelajari karena yang kita lakukan hanya turun dari landaian dan belajar bagaimana caranya berhenti.


Untuk kursus pertama, saya memulai di area perhutanan di Lierskogen yang areanya sepi tapi terlalu sempit untuk belajar. Namun bagi saya yang baru belajar ski saat sudah tua seperti ini, daerah yang sepi menjadi sangat pas tanpa takut malu dan merasa terintimidasi oleh anak-anak kecil yang sudah sangat lancar berski di arena ski. Ada perasaan takut tergelincir, takut tak bisa berhenti, dan takut segala hal saat baru mulai. Tapi beruntung juga punya guru seperti Mumu yang sangat sabar mengajari meskipun awalnya doi bingung sendiri harus mulai mengajar dari mana.
Untuk cross country skiing, Skiforeningen, organisasi di Norwegia yang bertugas membuat track ski di hutan sudah menyediakan track khusus yang memudahkan beginner seperti saya ini belajar. Untuk 50 menit pertama, saya setidaknya sudah mampu menuruni tebing tanpa takut jatuh dan fokus menyeimbangkan badan. Padahal sebelumnya, papan jalan sedikit saja sudah sangat takut. Belum lagi jatuh sampai tak bisa bangun sendiri itu sudah pasti. Trust me, cross country skiing is sooooo tiring! Karena kita mesti menyeimbangkan badan, lengan, dan kaki agar papan ski terus melaju. Gerakan lengan menjadi sangat penting untuk terus mendorong papan ke depan. Jangan heran setelahnya badan jadi sakit karena otot dipaksa melakukan hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya.

But overall, skiing is so fun! I want to train myself moooore, karena saya dan Mumu sudah punya rencana untuk skitur (ski touring) di hutan sekalian membawa bekal untuk dimakan di perjalanan. Sounds so Norwegian! Belum lagi bulan ini saya dan teman sekelas juga punya rencana ke Hemsedal untuk belajar downhill skiing untuk pertama kalinya sekalian hyttetur (apa itu hytettur, cek postingan saya di sini!).
Kalau punya kesempatan tinggal di Norwegia, jangan takut untuk menghabiskan waktu di luar saat musim dingin dan mencoba olahraga kebanggan orang lokal, ski! Alat-alat bisa disewa gratis dan kita hanya perlu menemukan seseorang yang mau mengajar. Kalau tak punya teman atau pacar yang mau mengajari, saya sangat menyarankan mengikuti kegiatan Caritas Au Pair via Facebook page mereka. Organisasi yang menaungi para au pair di Norwegia ini, biasanya punya agenda ber-ski dan ice skating gratis di Oslo yang bisa dilakukan ramai-ramai dengan au pair lainnya. Kamu juga bisa melihat event di Meetup atau Couchsurfing jika sesekali ada yang mengadakan kursus ski bagi pemula.
Make your experience richer when living in Norway by trying new things you cannot do in Indonesia or any ‘warmer’ European countries!

2 komentar
Hi mbak Nin,ini kali pertama saya nulis di kolom komentar mbak. Wah pengen deh Saya Norwegia buat skii. Keadaan mbak Nin semoga baik baik aja mengingat tentang pandemi korona virus. Kalau bisa ceritain tentang keadaan di Norwegia tentang korona virus ini. Makasaih mbak.
Thank you banget, Utami!! 🙂
Keadaan ku baik2 aja sih di sini. Meskipun dimana2 udah makin gak bener aja nih. Maklumlah, Norwegia selama ini biasa aja karena dirasa banalan aman mulu, tenang dan damai. Taunyaaa.. keteteran begini :/
Semoga yang di Indonesia baik2 aja ya. Bisa nanganin lebih cepet daripada Norwe.