Postingan dengan label: cowok Denmark

Bunny, Bukan Cowok Impresif

Jumat malam, ceritanya saya sedang ngidam makan Kebab. Entah apa alasannya, saya terbayang-bayang daging domba empuk dan enak dibungkus dengan roti dan salad. Tahu Bunny hampir selalu available, saya menghubungi doi yang unsurprisingly memang sedang free. Friday night, jauh-jauh ke…

Selengkapnya

Haruskah Bule?

Minggu lalu seorang teman au pair cerita ke saya tentang teman-teman Indonesianya yang super nosy. Intinya mereka iri karena si teman saya ini punya pacar bule, bisa ke Eropa karena program au pair, dan Instagramnya dipenuhi foto-foto keren di banyak…

Selengkapnya

Cupcake Kaos Kaki Untuk Bunny

Saya sebenarnya sudah gatal memberikan Bunny kaos kaki. Beberapa kali, saya memergoki doi yang ternyata memakai kaos kaki berwarna gelap tapi tidak selaras. Yang kanan pakai hitam, yang kiri pakai biru dongker. “Iya, saya sering kesulitan menemukan pasangannya karena hampir…

Selengkapnya

Kamu Masak, Saya Minum Wine

Hari ini kencan ketiga saya dengan Bunny. Setelah sebelumnya doi dipaksa harus masak makan malam, hari ini saya juga sedikit memaksa Bunny untuk masak sesuatu kalau ingin rumahnya dikunjungi lagi. Sebenarnya saya sudah sedikit paham level masak Bunny. Karena tidak suka masak,…

Selengkapnya

Bunny, Si Cowok Denmark Penakluk Hati

Saya sebenarnya bersumpah untuk tidak berkencan dengan cowok manapun lagi. Alasannya simpel, saya akan meninggalkan Denmark dalam waktu dekat. Lagipula, berkencan itu melelahkan. I’m fed up already! Aplikasi dating semacam Tinder sudah saya hapus sejak tahun lalu. Meskipun sering buka…

Selengkapnya