Postingan terbaru

Kopenhagen: Kota Pecinta Desain dan Rileksnya Nongkrong

Pertama kali datang ke Kopenhagen, saya sedikit skeptis dengan kota mini ini. Apa yang Kopenhagen miliki selain pelabuhan dengan bangunan warna-warninya? Sempat bertanya dengan cowok lokal di Tinder, saya malah dijawab tegas, “apa yang kamu mau? Banyak bar tuh!” Oke.…

Selengkapnya

STOCKHOLM: Kota Trendi, Gudangnya Cowok Cewek nan Modis

Saya memang sudah jatuh cinta dengan Stockholm sejak tinggal di Indonesia. Salah satu MLM kosmetik, si O, yang memang asalnya dari Swedia sering sekali membuat para anggota MLM bergiat-giat ria menuntaskan isi tabungan agar dapat poin. Kumpulan poin dan jaringan…

Selengkapnya

9 Hal yang Harus Dilakukan Saat Tinggal di Luar Negeri Agar Lebih Bermakna

Berkesempatan tinggal di luar negeri memang bukanlah untuk semua orang. Baik itu untuk keperluan studi, pertukaran budaya, au pair, ataupun ikut keluarga. Orientasi selama hidup di luar negeri tentunya tidak hanya sebatas foto-foto lalu dipamerkan secara halus di media sosial.…

Selengkapnya

My First Ballet and If It’s Also Yours

Watching ballet in my home country is portraying high-class levels, rich people, luxuriousness, and elegancy. I’ve never been to any ballet performance in Indonesia, but never wanted to do so because even I’ve never tried to check, I’m pretty sure…

Selengkapnya

Hangatnya Malmø dan Cowok Swedia

Saya memang tidak banyak cerita soal kencan-kencan singkat saya di Eropa. Tapi entah kenapa proses ketemuan sekali ini sedikit lucu, malu (walaupun saya cukup tidak tahu malu), dan berbeda dari kencan sebelum-sebelumnya. Martin adalah cowok Swedia pertama yang saya temui…

Selengkapnya

Sulitnya Berteman dengan Orang Denmark

Bulan November tahun lalu, saat saya kembali lagi ke Belgia dan menunggu kereta ke Brussels dari Charleroi, saya duduk di bangku kosong bersebelahan dengan seorang kakek-kakek di lobi. Si kakek lagi bersiap membuka kotak makan siangnya, yang saat dilirik berisi…

Selengkapnya

Waktunya Berkencan di Eropa!

Jadi au pair tidak selalu berurusan dengan kerjaan rumah tangga, anak, atau kursus bahasa. Ada kalanya saya juga butuh teman lawan jenis yang bisa diajak main ke kafé, bicara panjang lebar dari A sampe Z, sekalian menghabiskan malam akhir pekan.…

Selengkapnya

Belajar Bahasa Denmark: Simpel tapi Menantang

“I hate Danish!” “When I heard Danes speak their own language, it’s like they eat potatoes at the same time.” “I’ve been here for 5 years, but I cannot speak Danish yet even though I understand mostly all of part.”…

Selengkapnya

Masyarakat Kopenhagen dan Stereotipe Orang Denmark

Lahir dan besar di Palembang membuat saya menjadi orang yang lebih menyukai suasana medium city ketimbang hiruk-pikuk di Jakarta. Menurut saya orang-orang di kota terbesar secara alami mempunyai pola hidup yang tidak rileks, cenderung kaku, dan individualis. Wajar memang, mengingat…

Selengkapnya

Kota yang Sepi, Negara yang Sepi

Kalau ingin menilai diri sendiri, saya termasuk orang yang introvert secara publik, namun tidak secara personal. Saya memang lebih suka tempat-tempat yang tenang demi hanya membaca buku atau berjalan menikmati alam. Tapi sesuka-sukanya saya dengan ketenangan, Denmark menurut saya terlalu…

Selengkapnya
← Postingan lebih baruPostingan lama →