Postingan dengan label: Tinggal di Eropa

Si Paling “Hidup di LN Faktanya Tak Enak”

Lagi-lagi, menemukan topik seru di Twitter. Suatu hari, seorang imigran Indonesia membuat utas tentang asumsi orang-orang yang mengatakan negara tempat tinggalnya enak, padahal aslinya tak demikian. Dari mulai mahalnya harga permak celana, sulitnya jasa percetakan, hingga absennya tukang bakso keliling.…

Selengkapnya

Setelah 8 Tahun Tak Pernah Pulang

Belakangan ini pikiran saya memang sedang kalut. Tak pernah rasanya serindu ini dengan kampung halaman. Saya baru saja pulang kampung Juni tahun lalu setelah 3 tahun tertahan di Norwegia oleh pandemi. Pun awal tahun ini ibu dan adik saya juga…

Selengkapnya

Hidup Cermat: Berburu Rabat di Eropa

Hidup di luar negeri itu berat! Meski sudah mengantongi gaji lokal, tapi bayang-bayang untuk hidup hemat tetap tak bisa dielakan. Well, setidaknya bagi saya yang dari zaman au pair pun sudah berpikir bagaimana cara mendapatkan potongan harga meski tak berstatus…

Selengkapnya

Ketika Nasib Membawa Mu Pulang

Kutipan tak bertuan berbahasa Norwegia di atas berarti, kebahagiaan itu tak selalu naik ke puncak tangga, tapi berhenti pada tahap dimana seseorang berkembang. Seringkali saya membaca dan mendengar kata-kata motivasi dari para imigran Indonesia yang tinggal di luar negeri atas…

Selengkapnya

Belajar Fesyen dari Ibu-ibu Eropa

Meskipun tak pernah merasa jadi cewek stylish, namun saya termasuk orang yang cukup peduli dengan penampilan. Ke kampus, ke mol, kondangan, sebisa mungkin pakaian disesuaikan dengan acara. Gaya saya zaman sekolah dan kuliah dulu bisa dikatakan semi-vintage dan sedikit terpengaruh preppy…

Selengkapnya

Aturan Nama Anak di Wilayah Nordik

Zaman sekarang, nama-nama anak Indonesia entah kenapa semakin panjang, sulit ditulis, serta dibuat super kreatif anti-mainstream. Ada yang dikutip dari bahasa lain, singkatan dari gabungan kata, ataupun hanya karena tersadar akan sesuatu, nama tersebut akhirnya tercipta. Di Indonesia, kebanyakan nama…

Selengkapnya

2020: The Newest Year After Five Years

Setelah 5 tahun jadi au pair dan selalu merasa hidup dengan banyak batasan, akhirnya di tahun ini saya bebas melakukan apa yang saya mau — meskipun dengan tanggung jawab yang lebih besar pula! Beruntungnya lagi, dari bulan lalu saya masih sempat pulang…

Selengkapnya

Skincare Favorit di Segala Musim

Tiap kali video call dengan ibu di Indonesia, yang dibahas bukan body shaming, tapi kantung mata saya. “Nak, jangan lupa pakai krim pelembab biar muka tidak kering. Itu kenapa kantung mata besar sekali? Pakai krim mata jangan lupa!” pesan beliau.…

Selengkapnya

4 Cara Mengembangkan Diri Sebagai Au Pair

Tahun ini masuk tahun kelima saya jadi au pair di Eropa. Tidak menyangka akan selama ini. Bagi saya, kali pertama au pair itu merupakan ‘pengalaman’. Kali kedua karena ‘keasikkan’. Lalu kalau sudah masuk kali ketiga, itu namanya ‘kebingungan’! Kebingungan apakah…

Selengkapnya

6 Hal yang Saya Rindukan Sejak Menjadi Au Pair

Berkesempatan tinggal di luar negeri adalah salah satu pengalaman transformatif dan tak terlupakan seumur hidup. Bisa karena melanjutkan sekolah, mendapatkan pekerjaan di perusahaan asing, ikut suami migrasi, atau pun jadi au pair. Namun apapun alasannya, semua orang mengakui bahwa hijrah…

Selengkapnya
Postingan lama →