Postingan dengan label: makan

Melarikan Diri, Perbaikan Gizi

Dari pertengahan tahun lalu, saya sudah visioner untuk tak ingin menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru 2024 di Eropa. Sekali ini Eropa tak masuk dalam daftar rencana tahunan. Apalagi mengingat pengalaman di Paris awal tahun lalu membuat saya trauma dan…

Selengkapnya

Mencicipi Kangguru dan Buaya di Banksia Food & Beer

Tahun lalu saya berkesempatan fine dining dengan para member InterNations yang tergabung di grup Girls Night Out. InterNations sendiri adalah wadah perkumpulan ekspatriat di negara tertentu yang sering mengadakan event seru setiap minggunya. Sila coba saja daftar menjadi member mereka…

Selengkapnya

7 Kebiasaan Makan Keluarga Eropa

Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran…

Selengkapnya

Dinner Sendirian? Siapa Takut!

Soupa Bistro, Bratislava Dari kecil hingga kuliah, saya bisa menghitung berapa kali saya terbiasa makan di luar. Saya anaknya memang tidak terlalu suka jajan. Sekalinya makan-makan pun, biasanya bersama teman yang selalu saja available saat diajak ketemuan. Hijrah ke Denmark…

Selengkapnya

NOODLE STATION: Tempat Makan Terbaik di Mahalnya Reykjavík

Untuk urusan perut saat travelling, saya cukup yang tidak ingin ambil aman. Saya tidak terburu-buru mencari Mekdi ataupun Subway terdekat hanya karena murah. Daripada menyerah dengan burger asal Amerika, saya malah ke supermarket mencari buah, yoghurt, ataupun mie instan kalau sedang…

Selengkapnya

PRAHA: Liburan Dari Kafe ke Kafe

Setelah memutuskan memilih negara-negara murah di Eropa tengah untuk liburan musim panas, saya sudah mewanti-wanti seorang teman untuk memasukkan Praha sebagai kota terlama yang akan kami kunjungi. Teman Belgia saya, Mittchie, juga setuju kalau kami memang wajib mengunjungi Praha lebih…

Selengkapnya

Mabuk Servis di Phnom Penh (4)

Pagi-pagi kami seperti dikejar anjing dan mesti buru-buru gara-gara salah jadwal. Karena kelelahan semalam, kami sampai bangun kesiangan. Jam 7 pagi ponsel Dwi sudah berdering karena panggilan Mai. Masih dengan mata tertutup dan setengah sadar, saya mendengar, “Yes, what? Okay.…

Selengkapnya

Mabuk Servis di Phnom Penh (3)

Karena permintaan dari Dina dan Mai yang menyuruh kami untuk pulang lebih awal dari Ho Chi Minh City, akhirnya saya dan dua orang travel mate sampai di Phnom Penh satu hari lebih cepat. Rasanya baru jam 5 pagi melihat Sunrise…

Selengkapnya

Mabuk Servis di Phnom Penh (2)

Siang ini kami saya dan dua orang travel mate akan meninggalkan Phnom Penh menuju Siem Reap. Dari Siem Reap rencananya kami akan meneruskan perjalanan ke Ho Chi Minh City dan menghabiskan 5 hari disana lalu kembali lagi ke Phnom Penh…

Selengkapnya

Mabuk Servis di Phnom Penh (1)

Juni 2013 Saya dan dua orang travel mate di awal kedatangan kami ke Kamboja untuk pertama kalinya sempat dibuat takjub dengan keramahan orang Kamboja. Awalnya kami mengira negara ini masih miskin dan masyarakatnya tidak terlalu terbuka dengan dunia luar. Namun,…

Selengkapnya